Edisi 161

This category contains 9 posts

Adipura Atau Adi Pura-pura

PONOROGO – Adipura sebagai simbul keberhasilan  dibidang  kebersihan dan penataan kota tampaknya memang menjadi injaran banyak daerah, tidak terkecuali Kabupaten Ponorogo. Maka tak heran jika, hal itu diwujudkan dengan pembangunan Ponorogo hingga dibuatkan patung besar seorang warok mengangkat piala adipura dan diletakkan di perempatan pasar Songgolangit. Berbagai cara pun dilakukan pemkab Ponorogo untuk memoles setiap sudut jalan agar terlihat cantik, elok dan tentu bersih dari semua kotoran dan para pedangan kaki 5 yang seolah dianggap ‘sampah’ untuk sementara waktu (masa penilaian). Continue reading

Advertisements

Bursa Sekda Rp. 2,5 M?

Door to door, Beredar Plesetan Via SMS

PONOROGO – Ditengah ketidak jelasan sikap Bupati Amin menunjuk siapa calon pengganti Luhur Karsanto sebagai Sekda Ponorogo, Pemerintahan Bupati Amin kembali digunjang isu tidak sedap.Jual beli kursi jabatan saat ini santer dipergunjingkan sejumlah pihak. Bahkan untuk bisa duduk di kursi Sekda Ponorogo dikabarkan harus merogoh kocek dalam- dalam karena bandrol yang beredar pada angka Rp. 2,5 Miliar.
Continue reading

Kajati Jatim Bangun Panti Kampung Gila

Dewan-Pemkab Sibuk Perdebatkan Kategori Kampung Gila

PONOROGO – Pemkab Ponorogo harusnya malu dengan kepedulian Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Betapa tidak, disaat pemkab dan DPRD Ponorogo berkutat pada perdebatan kategori dan prosentase angka orang gila dibandingkan skala nasional, tindakan nyata justru telah dilakukan pihak lain.
Continue reading

Puluhan Miliar Dana Menguap

PONOROGO – Harapan masyarakat Ponorogo untuk segera merasakan pembangunan khususnya disektor infrastruktur di pemerintahan bupati Amin, nampaknya hanya isapan jompol. Pasalnya, peluang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dari Dana Penyesuaian Infrastuktur Daerah (DPID) sirna. Ini menyusul ditolaknya pengajuan proposal hanya akibat alasan politis.
Continue reading

Rumdin Wabup Kembali Mangkrak

Rumdin Wabup Kembali Mangkrak

PONOROGO – Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Bupati Ponorogo yang merupakan fasilitas untuk memudahkan koordinasi di tubuh pemkab Ponorogo, nyatanya kembali mangkrak alias tidak ditempati. Hal ini sebagai terlihat bahwa Wabup Yuni Widyaningsih memilih untuk tetap tinggal di rumah pribadinya yang memang lebih mewah dari Rumdin yang telah menghabiskan dana besar itu. Adakah upaya alih fungsi untuk memanfaatkan gedung tersebut agar pembangunannya tidak muspro? Continue reading

Anggota PGRI Ponorogo Mulai Bergerak ke IGI

Anggota PGRI Ponorogo Mulai Bergerak ke IGI
PONOROGO – Meski kepengurusan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Ponorogo belum terbentuk, namun sejumlah guru yang menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mulai tertarik untuk bergabung dengan organisasi guru yang mendapat SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009 ini.
Continue reading

Pemkab Pacitan di PTUN Warganya

Soal Swastanisasi Pantai Teleng Ria

PACITAN- Swastanisasi Pantai Teleng Ria yang dilakukan Pemkab Pacitan kepada PT. L. John Tirta Emas Wisata, terus memicu perselisihan dengan warga masyarakat disekitar Partai. Bahkan warga sekitar pantai melalui kuasa hukumnya Sugeng Nugroho SH telah mendaftarkan perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.

Langkah hukum melalui jalur PTUN ini telah dilakukan dan dengan nomor pendaftaran No: 38/G/2011-PTUN Surabaya, tertanggal 26 April 2011 dan diterima oleh Panitera Muda Perkara> Setyo Hendarto SH.

Continue reading

Penipuan Marak di Facebook

Penipuan Marak di Facebook
PONOROGO – Penggunaan situs jaringan pertemanan tak hanya me- nimbulkan pengaruh dan dampak secara langsung pada orang yang sedang menggunakan fasilitas ini, tetapi juga secara tidak langsung pada orang lain dan lingkungan. Sama dengan situs-situs per- temanan di dunia maya lainnya, Continue reading

MUI Kota Madiun Tak Larang Berobat ke Dukun

MUI Kota Madiun Tak Larang Masyarakat Berobat ke Dukun
MADIUN – Semakin banyaknya masyarakat yang berobat ke dukun tiban Endang Yuniatiningsih (Yuyun), 51 tahun, alias Mas Kemis asal Kota Madiun, Jawa Timur, mendapat tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun. Pihak MUI tak melarang masyarakat berobat ke siapapun termasuk dukun tiban yang mengklaim menggunakan kekuatan gaib dalam mengobati penyakit pasiennya itu.
“MUI tidak akan mengeluarkan fatwa haram atau halal pada fenomena dukun tiban ini. Namun kita sifatnya meluruskan atau memberi pengertian baik pada sang dukun sendiri maupun pasiennya,” kata Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo saat ditemui di rumahnya, Jum’at (29/4). Continue reading