Edisi 173

Peselingkuh Kurang Hebat

WAH, lagak Bondet (35 th) macam Kebo Ijo dalam kisah Ken Arok saja. Ke mana-mana bawa senjata, dari golok hingga pistol….. mainan. Nggak taunya, itu sekedar alat menggertak istri. Klimaksnya, lelaki ini jadi urusan polisi, karena berani main gebuk saat ketahuan Siti, (30 th, bukan nama sebenarnya) main selingkuh.

Kebo Ijo adalah tokoh sial dalam sejarah Singosari. Karena sifatnya yang sok pamer, dia dimanfaatkan Ken Arok yang doyan perempuan. Diberikannyalah keris bertuah Empu Gandring itu pada Kebo Ijo, dan kemudian dipamerkan ke sana kemari. Padahal saat Kebo Ijo sudah identik dengan Empu Gandring, keris itu dicolong Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung. Nah, Ken Arok berhasil menggondol Ken Dedes, dan Buto Ijo dihukum mati karena didakwa pembunuh Tunggul Ametung.

Model Kebo Ijo ini ternyata diduplikasi oleh si Bondet, warga Kidul Ponorogo. Dia ke mana-mana membawa golok dan pistol yang ternyata mainan anak. Kenapa dia berbuat begitu, apa tidak takut terkena operasi senjata tajam? Apa yang ditakutkan? Di samping benda-benda itu hanya ditenteng-tenteng sepanjang kampungnya, golok dan pistol tersebut sesungguhnya sekedar piranti untuk menggertak istrinya.

Kalau boleh berterus terang (boleh, boleh, – Red), kedua benda dingin ini sebetulnya untuk alat pembungkem mulut istrinya. Soalnya, ibunya anak-anak alias si Siti, orangnya cerewet banget. Sebentar-sebentar ngomel tidak keruan. Tapi setelah Bondet mengeluarkan golok yang disilangkan di leher sambil ngomong “hekkkk…..”, istrinya pun diam seribu bahasa. Kalau ngomel lagi, ya kembali diancam: “Tak hekkk…..kamu, mampus!”

Sebetulnya wajar saja bila Siti ini jadi pengomel nomer wahid di Kecamatan paling selatan ini. Soalnya, punya suami satu saja di Bondet ini hobinya main perempuan. Meski di rumah selalu “dijatah” dan siap diambil kapan saja, asal ketemu perempuan melek barang sedikit, ukuran celananya langsung berubah. Diam-diam perempuan itu dipacari dan ……disetubuhi. Berulang kali Siti protes, tapi ancamannya khas Kadir Srimulat: tak bunuh kamu!

Dus karena itu, golok dan pistol mainan itu fungsinya memang sebagai pembungkem mulut bini. Bila di era Orde Baru koran dibungkem dengan ancaman pencabutan SIUPP, Bondet mengeluarkan golok dan pistol dengan maksud agar Siti tidak ngoceh atas aksi perselingkuhannya selama ini. Karenanya, aksi mesum Bondet hanya diketahui kalangan terbatas. Selebihnya, suami Siti ini adalah sosok lelaki panutan dalam rumahtangga.

Tapi kesabaran dan ketakutan itu ada batasnya. Beberapa hari lalu kembali dia memergoki suami main gila dengan perempuan tetangga sendiri, Inem (25 th, bukan nama sebenarnya). Tak berani melawan suami, perempuan itulah yang jadi sasaran amuk. Omelan dan makian Siti macam-macam, dari tuduhan “perempuan gatel” sampai suka merebut suami orang, berhamburan dari mulutnya. Lebih dari itu, Siti berani juga main cakar pada muka perempuan itu.

Bondet yang melihat kekasih gelapnya dianiaya, dia mencoba membela. Tapi Siti jadi kalap dan memaki-maki suaminya. Malu diomeli istri depan kekasih, dia segera menunjukkan kekuasaannya. Tak sampai digolok memang, hanya dipukul dan dibanting ke tempat bebatuan, Siti sudah tak berdaya. Dalam kondisi terluka dia lalu mengadu ke Polsek terdekat dan Bondet pun diambil petugas. “Jujur, saya mata gelap karena istriku berani menganiaya tetangga sendiri,” kata Bondet sok alim.

Tetangga apa selingkuhan, hayo…!!! Nasib…..Oh….Nasib. (PeKa/lis)

Advertisements

About mediamataraman

Ini Situs Online koran mingguan yang terbit di kota reyog Ponorogo. Terbit setiap hari Rabu

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: