Edisi 173

Kampung SBY Banyak Belum Ber-KTP

PACITAN – Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi wajib KTP di Kabupaten Pacitan, ternyata belum optimal. Terbukti hampir di 12 kecamatan yang tersebar dikabupaten yang berjuluk “Kota 1001 Goa” itu, masih ada saja warga masyarakat yang belum memiliki bukti administrasi kependudukan  (adminduk) tersebut. Diperoleh informasi, sedikitnya sekitar 15-20 persen dari 480 ribu warga wajib KTP di Pacitan belum mengantongi kartu identitas diri atau KTP.

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat, Rachmad Dwiyanto mengatakan, secara pasti jumlah warga masyarakat yang belum memiliki KTP belum bisa diinformasikan. Namun secara prediktif, ia menegaskan, memang masih ada warga masyarakat yang belum atau tidak ber-KTP. Meski begitu, jumlahnya tidak terlampau besar. Dia memprediksikan, paling banter sekitar 15 hingga 20 persen dari total jumlah warga wajib KTP. “Kondisi paling parah terjadi di empat kecamatan.  seperti Bandar, Nawangan, Sudimoro, serta Tulakan. Peringkat selanjutnya seperti di Kecamatan
Ngadirojo dan Tegalombo,” ujar Rachmad, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (20/6).
Menurut Rachmad, ada beberapa alasan sehingga warga belum memiliki KTP. Misalnya, karena mereka berada diperantauan, memang belum mengurus, tidak melakukan perpanjangan, atau memang sengaja tidak mengurus KTP karena malas. “Dari beberapa alasan itu, dua sebab yang  paling mendominasi. Yaitu karena diperantauan dan memang malas tidak mengurus KTP,” ujar mantan Sekretaris Bappeda ini, kemarin.
Masih adanya warga masyarakat yang belum memiliki KTP tersebut, menurut Racmad, bukan persoalan yang sangat urgensi. Namun yang perlu diperhatikan, kesiapan warga masyarakat jelang pelaksanaan elektronik KTP (E-KTP) yang wajib dilaksanakan Tahun 2012 mendatang. Ia mengatakan, dengan adanya E-KTP nantinya, masyarakat diharapkan bukan hanya punya KTP saja. Namun data-data kependudukan lainnya juga harus mereka miliki, seperti kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran. Selain itu, dengan dilaksanakannya program E-KTP setidaknya bisa mengeliminir masalah saat pelaksanaan Pemilu, khususnya  keakuratan data pemilih. Pun juga mengantisipasi aktivitas terorisme. Sebab, tegas Rachmad, dengan E-KTP dijamin tidak akan ada lagi duplikasi data kependudukan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Oleh sebab itu dia berharap, partisipasi masyarakat secara aktif sangat dibutuhkan agar E-KTP nantinya berjalan seperti yang diharapkan. “Gawe besar kependudukan ini, akan diawali dari *entry data base* seluruh kabupaten/kota. Kita berharap dan optimistis, dengan E-KTP nantinya tidak ada lagi kepemilikan KTP ganda,” pungkasnya. (pur)

Advertisements

About mediamataraman

Ini Situs Online koran mingguan yang terbit di kota reyog Ponorogo. Terbit setiap hari Rabu

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: